Ingatlah,
sahabat bahwa kita punya mimpi. Kita punya cita-cita. Kita punya harapan. Kita
punya target. Kita ada bukan sekedar untuk menghabiskan nafas yang sudah
dijatah masanya. Bukan sekedar melangkah tanpa arah, tanpa pegangan, tanpa
tujuan. Kita terlahir untuk menjadi pemenang yang punya tujuan besar dan saat
ini sedang kita perjuangkan. Kita bukan pengangguran yang waktu-waktunya habis
untuk bersantai-santai dalam kemalasan.
“Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu
Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah
orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr [59]:18-19)
Apa
mimpimu, Sahabat? Pasti ada jawabannya kan? Lupa ya? Supaya enggak lupa,
tulislah semua mimpi kita di atas kertas. Ya, mimpi besar! Mimpi yang bahkan
tampak tidak mungkin terwujud di mata orang lain. Mimpi yang akan bernilai
ibadah di hadapanNYA. Mimpi yang tidak semata bernilai duniawi, tapi jauh
melesat ke alam ukhrawi. Tak masalah apa kata mereka. Tulis sebanyak-banyaknya
mimpi yang ingin kita gapai! Lalu perjuangkan satu per satu untuk meraihnya!
Semuanya sangat mungkin untuk terwujud nyata. Insya Allah.
Jika
hidup kita sudah jelas ke mana arah tujuannya maka optimisme, ikhtiar
sempurna, dan tawakkal harus menyatu dalam jiwa kita. Kalau ada malas
yang hinggap, segera tebas dengan bayangan mimpi besar yang akan segera
terwujud. Jangan sampai lenyap dilebur bisikan setan berupa godaan untuk
menuruti rasa malas dan enggan. Jika tidak, maka bersiaplah untuk kalah sebelum
bertanding, atau rugi selamanya. Dan setan pun akan terbahak-bahak
mentertawakan kita. Akhirnya mimpi besar itu tinggalah sebagai tulisan yang
tergeletak tanpa makna, tanpa suara, tanpa wujud nyata. Sayang sekali! Hanya
disebabkan oleh m.a.l.a.s !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar